Postingan

Barangkali Kamu Ingin Mengetahui

     Ada perkara yang belum sempat aku katakan padamu. Maksudku, belum saatnya. Perkara yang mungkin menjadi gumpalan pertanyaan disetiap sudut kepalamu, yang mungkin menjadi pengganggu waktu terlelapmu di malam hari, atau mungkin menjadi perkara yang masih tidak bisa dicerna dengan nalarmu. Segala perkara tidak terduga, rasanya memang berpusat kepadaku. Kita yang belum sempat sungguh-sungguh menjadi kita , yang telah terlalu dini menyatakan keikhlasan tentang waktu belum berpihak kepada kita, adalah perkara yang disebabkan oleh perkara diriku.      Dari rangkaian kata ini, barangkali kamu ingin mengetahui perkara apa yang sudah dengan lancangnya aku sebabkan, hingga akhirnya menjadi penghambat kita dalam menuju waktu yang amat sangat dinantikan. Singkatnya, akan aku ceritakan melalui rangkaian kata ini. Sebelumnya, aku tidak berani, atau maksudku, aku belum berani untuk memulai kembali dan membahas perkara yang terbilang akulah penyebab wa...

Satu Hari pada Awal April

Takut Yang Aku takutkan bukanlah tutur kata orang lain Yang Aku takutkan bukanlah isi kepala orang lain Yang Aku khawatirkan ; Adalah tutur kata Adalah isi kepala Adalah Aku yang Aku takutkan Yang Aku takut dan khawatirkan adalah Aku.

Sekali Lagi

Yang patut diingat, walau nafas sudah terasa amat sesak Yang patut diucapkan, walau kata menyerah sudah diujung lidah Beberapa hal yang tak kuasa dijaga Beberapa hal yang tak kuasa diraba Beberapa hal berkuasa diluar kuasa Aku hanya perlu sekali lagi untuk bertahan Perlu sekali lagi untuk membuka mata Perlu sekali lagi untuk bernafas Perlu sekali lagi untuk hidup Sekali lagi, Adalah yang mesti ada dikala hidup rasanya tak lagi menghidupkan Adalah yang mesti ada dikala kaki enggan untuk melangkah lagi Adalah yang mesti ada dikala kuasa diri enggan untuk berkendali Benar adanya, Akan selalu ada bagian yang terbentur Tidak lain agar nantinya terbentuk Pelukan semesta menyertai Tetaplah hidup. Salam.

Pesan Ruh kepada Raga

Lapang

       6 Januari 2020        Senin pagi dibulan Januari        Tidak memaksakan ketidakmampuan        Melakukan semampunya        Mencoba sekuatnya        Berdo’a tak henti-hentinya        7 Januari 2020        Selasa pagi dibulan Januari        Terbangun dari pejam        Beberapa pening dikebumikan        Beberapa pening dihidupkan        Mulai, pelan-pelan        8 Januari 2020        Rabu malam dibulan Januari           Hari ini rasanya amat berat        Rasanya, tak...

Malam Menuju Pagi

        Selasa, 31 Desember 2019                 Menuju pergantian tahun, begitulah ujaran para penghuni di bumi. 1 tahun sudah melewati masa-masa di mana setiap rencana disusun, lalu diupayakan untuk menuju titik kenyataannya. Tak banyak rencana yang akhirnya menemui titik temu, namun tak sedikit pula rencana yang akhirnya tiba di singgasana. Beberapa hal memang menguji kehendak diri, beberapa hal juga mengapresiasi kinerja diri. Jalanan bebatuan terasa jelas saat sedang menapaki perjalanan yang sudah direncanakan, terpaan serta gencatan dari berbagai sudut pun seakan membuat diri rasanya ingin tunduk saja, sebab tak tahan dan merasa diri ini tak mampu lagi untuk melahirkan pembaharuan. Hingga pada suatu waktu, lorong gelap perlahan menawarkan pintu keluar sebagai jalan menuju kelegaan, namun ada kebimbangan memalut pertimbangan. Keputusan-keputusan akhirnya dilayangkan...

Bu Novi

        Aku ingat saat masih duduk dibangku sekolah dasar, seorang guru perempuan tiba-tiba bertanya kepadaku, ”Kamu rumahnya bukan di daerah sini ya?kok pulangnya sendirian?” begitu tanyanya. Ahh, sepertinya guru ini bukan secara tiba-tiba bertanya, ia nampaknya memang sudah memperhatikanku. Dengan segala rangkaian kata yang ada dipikiranku, aku mencoba untuk merangkai kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaannya. “Orang tua aku kan sudah bercerai, Bu..”, belum sempat aku menjelaskan hingga selesai tentang jawabanku, dikerumunan ruang kelas yang bising dengan suara anak-anak   sekolah dasar sewajarnya, lalu Bu novi mengajakku untuk berbicara empat mata di ruang kelas sebelah yang memang sedang kosong. Rasanya tidak aneh bagiku, namun satu yang aku coba pahami dari dirinya adalah bahwa ia ingin mengetahui dan mencoba untuk memahami akan diriku, saat itu aku sebut saja bahwa ia khawatir dengan anak berusia sekitar 8 tahun dengan keadaan keluar...