Postingan

Sedikit Ungkapan untuk Tuhan

Jika diizinkan, aku ingin terlahir kembali namun bukan dengan kehidupan yang kini sedang aku jalani. Aku tidak akan menyesal karena sudah terlahir, hanya saja aku  ingin hidup di tempat yang bukan kini. Entah tempat seperti apa yang terkonsep di dalam kepalaku sekarang, aku hanya ingin hidup dengan diriku sendiri yang dilingkari oleh desau angin. Desau angin itu membawaku pada tempat yang antah-berantah di mana rupanya. Dari tempat itu, aku disuguhkan kedamaian yang menyerupai diriku. Tenang dan tentram. Terbayang seperti sunyi, sepi, dan sendiri. Namun di dalam diriku meyakini, jika aku di sana, aku akan bahagia. Tak apa sepertinya jika aku hidup sendiri di tempat itu. Tapi Tuhan, aku tetap membutuhkanMu, jangan biarkan aku terbaring di tempat itu tanpa kiblat yang mengarah kepadaMu untuk aku bisa berharap atas segala ingin dan butuhku.  Izinku ini kepadaMu bukanlah sesuatu hal yang wajib apalagi mesti Kau kabulkan. Ini hanya ujaran yang terbentuk di dalam ke...

Kalut Dalam Diri

—Yang paling menjengkelkan adalah merasakan amarah yang amat sangat menyakitkan, namun tidak memiliki daya mesti bagaimana. Maaf sudah bernafas, maaf sudah hidup.

Pukul 03:46

Yang sesungguhnya aku inginkan dan aku butuhkan adalah diriku sendiri? Ketika pagi menjadi muasal setiap harap, kepada siapa harap sejati yang bisa aku andalkan tanpa berbuah kekecewaan? Ketika malam menjadi muara setiap harap, kepada siapa harap sejati layak diterima oleh yang benar-benar bersedia menerimanya? Begitu banyak zona yang tidak berdefinisi, tidak terjangkau oleh yang lainnya hingga menjadi sebab mengapa aku masih saja berjalan sendirian menuju peta yang mengarah kepada diriku sendiri. Aku mencarimu, diriku. Perasaan tidak menentu yang entah berasal dari mana, tidak mudah dijamah, bahkan oleh pemiliknya sekalipun. Jika memang Tuhan adalah penentu hati setiap yang hidup dan lebih tahu mesti seperti apa , maka izinan aku sekali saja untuk menjadi Tuhan. Sekali saja, Aku ingin menjadi penentu segala sesuatu dalam kisruhnya diriku Aku ingin menjadi yang lebih tahu mesti seperti apa, tanpa menduga hal terburuk sekalipun Aku ingin menjadi penentu hati setiap yang hidup. Mak...

Barangkali Kamu Ingin Mengetahui

     Ada perkara yang belum sempat aku katakan padamu. Maksudku, belum saatnya. Perkara yang mungkin menjadi gumpalan pertanyaan disetiap sudut kepalamu, yang mungkin menjadi pengganggu waktu terlelapmu di malam hari, atau mungkin menjadi perkara yang masih tidak bisa dicerna dengan nalarmu. Segala perkara tidak terduga, rasanya memang berpusat kepadaku. Kita yang belum sempat sungguh-sungguh menjadi kita , yang telah terlalu dini menyatakan keikhlasan tentang waktu belum berpihak kepada kita, adalah perkara yang disebabkan oleh perkara diriku.      Dari rangkaian kata ini, barangkali kamu ingin mengetahui perkara apa yang sudah dengan lancangnya aku sebabkan, hingga akhirnya menjadi penghambat kita dalam menuju waktu yang amat sangat dinantikan. Singkatnya, akan aku ceritakan melalui rangkaian kata ini. Sebelumnya, aku tidak berani, atau maksudku, aku belum berani untuk memulai kembali dan membahas perkara yang terbilang akulah penyebab wa...

Satu Hari pada Awal April

Takut Yang Aku takutkan bukanlah tutur kata orang lain Yang Aku takutkan bukanlah isi kepala orang lain Yang Aku khawatirkan ; Adalah tutur kata Adalah isi kepala Adalah Aku yang Aku takutkan Yang Aku takut dan khawatirkan adalah Aku.

Sekali Lagi

Yang patut diingat, walau nafas sudah terasa amat sesak Yang patut diucapkan, walau kata menyerah sudah diujung lidah Beberapa hal yang tak kuasa dijaga Beberapa hal yang tak kuasa diraba Beberapa hal berkuasa diluar kuasa Aku hanya perlu sekali lagi untuk bertahan Perlu sekali lagi untuk membuka mata Perlu sekali lagi untuk bernafas Perlu sekali lagi untuk hidup Sekali lagi, Adalah yang mesti ada dikala hidup rasanya tak lagi menghidupkan Adalah yang mesti ada dikala kaki enggan untuk melangkah lagi Adalah yang mesti ada dikala kuasa diri enggan untuk berkendali Benar adanya, Akan selalu ada bagian yang terbentur Tidak lain agar nantinya terbentuk Pelukan semesta menyertai Tetaplah hidup. Salam.

Pesan Ruh kepada Raga